baiklah. lanjut. sebenernya, sembari gua menggambar view kota (baca yang episode 4), gua juga merancang sebuah menara. menara setinggi 3 km (buat game kok. gedung setinggi itu wajar2 aja) dengan detail2 art deco. gua menghabiskan waktu 3 hari juga demi ukuran2. padahal ga usah gitu2 amat. akhirnya difinishing sama mr. lust. ini hasilnya:

nah. habis kerjaan aneh2 macam bikin kota dan gedung (yang saat itu aku belum akrab. gua menganggap itu suatu tugas yang mustahil. tapi gua berjanji pada mr. lust bahwa gua rela meninggalkan selera gua dulu demi pekerjaan ini), gua disuruh membuat hal yang (gua pikir bakal) gua nikmatin: karakter desain. oke. gua mensketsa2 dan ini jadinya:

dan inilah feedback dari sang klien tercinta, ditujukan pada mr. lust sebagai atasan gua, dalam rangka mengomentari diri gua:
I'm willing to give the artist the benefit of the doubt, but I think they're not as good as the work you've been doing in the past. I know some artists will do very rough looking sketches, and the final will be much different/better, while other artists do pretty detailed sketches from the start. Everyone works differently, so I'm hoping this artist does a lot of work between the sketches and the finals. But from what I've seen so far the line work seems a good deal more AMATEUR than your lines in most of the cases.
bo, gua dikatain amatiran (sebenernya bener juga sih secara gua belum pernah bekerja secara pro sebagai illustrator). ini merupakan kritik pertama. gua senang sih ini datang ketika gua masih awal2 kerja. tetep aja butuh makan siang untuk membuat perasaan gua pulih kembali. mr. lust menghibur gua dengan mengatakan bahwa sebenernya ini masalah selera dia. dia ga suka garis2 kasar berbulu yang gua buat dan lebih suka garis bersih (walaupun namanya sketsa).
tapi gambar gua juga kalo gua perhatikan memang tidak informatif, saking banyaknya garis proses yang bertempur saling menimpa. gua anggap ini masukan. sakit sih. tapi pasti nantinya enak. bagaikan analsex.
di gambar di atas, ada gambar makhluk bertete dan bersayap yang gua bikin besar2. kenapa dipampang besar2? karena makhluk itulah yang bolak balik direvisi. baik bentuk, warna, sampe gigi2nya. buset dah. setelah melewati proses sketsa yang pedih, akhirnya gua membuat versi 'gambar tampaknya':

dan akhirnya, kembali mewarnai. ga semua gua tunjukkin yaaa:

nah. karakter nyebelin ini (2 yang paling gede. yang atas polos, yang bawah pake armor) masih haruuuus gua perbaiki terus meneruuuus bahkan ketika karakter lain udah berhari2 yang lalu diapprovenya. mr. lust mengeluhkan bahwa warnanya tak kunjung terlihat matang, walau saturasinya gua turunin berulang2. emang aneh juga sih monster serem warnanya disko begitu, walau gua meniru langsung palet warna dari sang klien. oh you never know.
nah kalo di karya mewarna sebelumnya gua tidak memberi shading2, disini gua mulai diperkenalkan dengan alat ajaib milik fotosyop bernana: burn/dodge tool. burn untuk menggelapkan (memberi bayangan), dodge untuk menerangkan (menjelaskan daerah yang tertimpa cahaya). tool yang bener2 ajaib, saudara2, anda mesti mencobanya. tapi tetap saja. secara gua masih dodol dalam pemahaman 3 dimensional, mr lust sering banget menegur gua karena gua memberi bayangan dan highlight di tempat2 yang salah (atau, secara logis tidak mungkin), atau terlalu gelap, atau terlalu terang. atau salah aja gitu.
mengejutkan memang, cobaan terberat ketika gua bekerja adalah ketika justru melakukan yang gua suka: karakter desain. but well, seperti yang gua selalu sebut:
i'm getting better.
sampe ketemu di kisah2 selanjutnya. terimakasih sudah membaca.