gua akan mengenang kembali saat2 itu, saat endira tiba2 pindah haluan dari corel ke (adobe) ilustrator.
saat yang menakutkan, seorang teman meninggalkan lu.
lalu dia tiba2 lulus, meninggalkan aku yang DO ini, menjadi tetap berstatus lulusan SMA.
tapi ini bukan cerita mengenai aku DO. tapi mengenai ilustrator.
endira terus menerus bilang bahwa ilustrator lebih enak. lebih gampang, lebih bisa dipercaya warnanya, dan lebih mudah untuk menggabungkan hasil2nya dengan fotosyop, karena bernaung di lingkupan yang sama: adobe.
kata orang2 juga, ilustrator sudah menjadi standar internasional grafis vektor. 'oya?' ya o.
akhirnya, di oray inilah, aku dipaksa pake ilustrator. disuruh belajar, karena proyek berikutnya adalah vektor. haduh. kumaha atuh? ya sudah aku belajar. tahulah aku kalo endira bohong.
RIBET BANGET BABBBIIIII.
tapi ya udah. sekantor juga komplain sama ilustrator, karena corel gampang. tapi karena dunia menuntut kami pake illustrator, ya kami nurut saja. kami adalah bagian dari alam semesta dan kami akan melakukan apa saja demi terciptanya keseimbangan. jeung sajabana.
jadi, logo2nya akan terpampang di kapal2 ruang angkasa mereka. mereka minta art deco-ish, jadi asik. untuk fontnya, sang klien ternyata sudah membuat font untuk semesta dalam game itu, jadi, gua tinggal memakai fontnya. gua minta maaf banget ga bisa majang karya2nya. entah kenapa MP ga mau nguploadnya. gua udah coba berkali2 tapi gagal terus. kayaknya filenya rusak.
maaf ya.
berikutnya, untuk menenangkan hatiku yang gundah, gua membuat ikon2 senjata untuk game lain. kelihatannya game mini, soalnya gua disuruh membuat mereka kecil2. yang kecil itulah yang sulit. kadang efek yang tidak diatur malah membuat gambarnya jadi ga jelas. disitulah tantangannya. cieh.

ho. ini bisa di upload.
anda bisa melihat bahwa gua mulai terbiasa shading2 dan memakai burn-dodge. udah bisa pake hati dan ga tegang.
oke. trimakasih untuk membaca. komen2 ya, gua haus perhatian soalnya.