yori's posts with tag: yori dan kantornya
gua akan mengenang kembali saat2 itu, saat endira tiba2 pindah haluan dari corel ke (adobe) ilustrator. saat yang menakutkan, seorang teman meninggalkan lu. lalu dia tiba2 lulus, meninggalkan aku yang DO ini, menjadi tetap berstatus lulusan SMA. tapi ini bukan cerita mengenai aku DO. tapi mengenai ilustrator. endira terus menerus bilang bahwa ilustrator lebih enak. lebih gampang, lebih bisa dipercaya warnanya, dan lebih mudah untuk menggabungkan hasil2nya dengan fotosyop, karena bernaung di lingkupan yang sama: adobe. kata orang2 juga, ilustrator sudah menjadi standar internasional grafis vektor. 'oya?' ya o. akhirnya, di oray inilah, aku dipaksa pake ilustrator. disuruh belajar, karena proyek berikutnya adalah vektor. haduh. kumaha atuh? ya sudah aku belajar. tahulah aku kalo endira bohong. RIBET BANGET BABBBIIIII.
tapi ya udah. sekantor juga komplain sama ilustrator, karena corel gampang. tapi karena dunia menuntut kami pake illustrator, ya kami nurut saja. kami adalah bagian dari alam semesta dan kami akan melakukan apa saja demi terciptanya keseimbangan. jeung sajabana. jadi, logo2nya akan terpampang di kapal2 ruang angkasa mereka. mereka minta art deco-ish, jadi asik. untuk fontnya, sang klien ternyata sudah membuat font untuk semesta dalam game itu, jadi, gua tinggal memakai fontnya. gua minta maaf banget ga bisa majang karya2nya. entah kenapa MP ga mau nguploadnya. gua udah coba berkali2 tapi gagal terus. kayaknya filenya rusak. maaf ya. berikutnya, untuk menenangkan hatiku yang gundah, gua membuat ikon2 senjata untuk game lain. kelihatannya game mini, soalnya gua disuruh membuat mereka kecil2. yang kecil itulah yang sulit. kadang efek yang tidak diatur malah membuat gambarnya jadi ga jelas. disitulah tantangannya. cieh.  ho. ini bisa di upload. anda bisa melihat bahwa gua mulai terbiasa shading2 dan memakai burn-dodge. udah bisa pake hati dan ga tegang. oke. trimakasih untuk membaca. komen2 ya, gua haus perhatian soalnya.
|  | judulnya "oray studios field trip 280408". bukan dalam rangka apa2, tapi senang2 doang. kami ke kebun binatang (fotonya ga bisa gua taro semuanya), bikin foto corny buat jam duduk, makan mad burger (burger di perempatan cihapit-jalan riau yang kata gua enak dan mengenyangkan. paling mahal 17500), ke museum geologi (ga ada fotonya, kecuali yang judulnya 'senam!' yang diambil di pelataran parkirnya, ke pvj buat karaoke dengan 2 botol bir, pulang dulu ke kantor buat ngejar deadline, trus cabut lagi makan bakmi tasik di jalan pasirkaliki. cool kan kami? wihiw! |
baiklah. lanjut. sebenernya, sembari gua menggambar view kota (baca yang episode 4), gua juga merancang sebuah menara. menara setinggi 3 km (buat game kok. gedung setinggi itu wajar2 aja) dengan detail2 art deco. gua menghabiskan waktu 3 hari juga demi ukuran2. padahal ga usah gitu2 amat. akhirnya difinishing sama mr. lust. ini hasilnya:  nah. habis kerjaan aneh2 macam bikin kota dan gedung (yang saat itu aku belum akrab. gua menganggap itu suatu tugas yang mustahil. tapi gua berjanji pada mr. lust bahwa gua rela meninggalkan selera gua dulu demi pekerjaan ini), gua disuruh membuat hal yang (gua pikir bakal) gua nikmatin: karakter desain. oke. gua mensketsa2 dan ini jadinya:
 dan inilah feedback dari sang klien tercinta, ditujukan pada mr. lust sebagai atasan gua, dalam rangka mengomentari diri gua:
I'm willing to give the artist the benefit of the doubt, but I think they're not as good as the work you've been doing in the past. I know some artists will do very rough looking sketches, and the final will be much different/better, while other artists do pretty detailed sketches from the start. Everyone works differently, so I'm hoping this artist does a lot of work between the sketches and the finals. But from what I've seen so far the line work seems a good deal more AMATEUR than your lines in most of the cases.
bo, gua dikatain amatiran (sebenernya bener juga sih secara gua belum pernah bekerja secara pro sebagai illustrator). ini merupakan kritik pertama. gua senang sih ini datang ketika gua masih awal2 kerja. tetep aja butuh makan siang untuk membuat perasaan gua pulih kembali. mr. lust menghibur gua dengan mengatakan bahwa sebenernya ini masalah selera dia. dia ga suka garis2 kasar berbulu yang gua buat dan lebih suka garis bersih (walaupun namanya sketsa).
tapi gambar gua juga kalo gua perhatikan memang tidak informatif, saking banyaknya garis proses yang bertempur saling menimpa. gua anggap ini masukan. sakit sih. tapi pasti nantinya enak. bagaikan analsex.
di gambar di atas, ada gambar makhluk bertete dan bersayap yang gua bikin besar2. kenapa dipampang besar2? karena makhluk itulah yang bolak balik direvisi. baik bentuk, warna, sampe gigi2nya. buset dah. setelah melewati proses sketsa yang pedih, akhirnya gua membuat versi 'gambar tampaknya':
 dan akhirnya, kembali mewarnai. ga semua gua tunjukkin yaaa:
 nah. karakter nyebelin ini (2 yang paling gede. yang atas polos, yang bawah pake armor) masih haruuuus gua perbaiki terus meneruuuus bahkan ketika karakter lain udah berhari2 yang lalu diapprovenya. mr. lust mengeluhkan bahwa warnanya tak kunjung terlihat matang, walau saturasinya gua turunin berulang2. emang aneh juga sih monster serem warnanya disko begitu, walau gua meniru langsung palet warna dari sang klien. oh you never know.
nah kalo di karya mewarna sebelumnya gua tidak memberi shading2, disini gua mulai diperkenalkan dengan alat ajaib milik fotosyop bernana: burn/dodge tool. burn untuk menggelapkan (memberi bayangan), dodge untuk menerangkan (menjelaskan daerah yang tertimpa cahaya). tool yang bener2 ajaib, saudara2, anda mesti mencobanya. tapi tetap saja. secara gua masih dodol dalam pemahaman 3 dimensional, mr lust sering banget menegur gua karena gua memberi bayangan dan highlight di tempat2 yang salah (atau, secara logis tidak mungkin), atau terlalu gelap, atau terlalu terang. atau salah aja gitu.
mengejutkan memang, cobaan terberat ketika gua bekerja adalah ketika justru melakukan yang gua suka: karakter desain. but well, seperti yang gua selalu sebut:
i'm getting better.
sampe ketemu di kisah2 selanjutnya. terimakasih sudah membaca.
|  | mr. greed baru minjem kamera bagus dari pacarnya. ini beberapa hasil foto2nya ketika kami ga jadi field trip kemaren (28 04 08).
enjoy. |
yah akhirnya aku menemukan waktu untuk menulis kembali (sok sibuk). sesuai janjiku, aku akan mulai memperlihatkan karya2. untuk posting kali ini, satu dulu aja ya. karena ketika awal hari bekerja tuh hari jumat, hari dimana orang2 udah 'semangat-besok-sabtu', bos2ku diem2 aja pas aku online2, chatting2, pamer2 kemana2 kalo aku udah kerja ngantor. tapi lama2, bingung juga. yakin nih ga usah ngapa2in? takut bos2 gua kecewa melihat tipisnya inisiatif gua, gua akhirnya meminta agar gua mengerjakan sesuatu. gua dapet tugas menggambar city view sebuah kota untuk setting sebuah buku cerita. uuuuh gua tegang setengah mati. i mean, berapa lama sih standar menggambar sebuah city view? gua ga tau harus bekerja secepat apa atau senyante apa. apalagi bos gua, mr. lust (dia senior illustrator, gua dan mr. pride tuh juniornya), keliatan 'santey aja yor, kerjain aja'. bingunglah gua. gua berharap ,'selesai malam ini! kalo ga kupecat!' tapi tidak. tidak ada tekanan begitu, which for me, malah membingungkan. ditambah, sekhatam apapun gua membaca tips trik mewarnai di fotosyop, dan walaupun sudah dikasih wacom tablet, aing keneh2 dodol mewarnai. gua diem2 aja, biar dianggap usaha menyembunyikan inkompetensi. sampe akhirnya mr. pride lewat dan melihat kacawnya gua bekerja, dia langsung: "kenapa lu lasso? kan ada wacom? lho, kok ada putih2 sih di outlinenya? aduuuh lu multiply dulu lah layernya. nah kaan? bagus kan?" katanya dengan suara kerasnya. baiklah. gua menghabiskan waktu 3 hari untuk gambar sesederhana ini:  bo. bahkan ga ada shading2, coba. 3 hari. but i'm getting better, you know. namanya juga pemula. oke sampe ke cerita2 berikutnya lah ya.
kayaknya masih belum bisa posting karya2. later guys. gua mo cerita kemaren aja deh (24 apr 2008). gua dan bos gua, mr lust, diundang untuk acara presentasi jedi masters dari lucasfilms yang baru2 aja dibuka di singapur. bukan diundang karena gimana2 sih, kami yang mengajukan permohonan untuk diundang, dan dari kantor yang diundang cuma gua dan mr. lust.
acaranya diadakan di grand indonesia jakarta, di salah satu teaternya blitz megaplex. yang menjadi spokepersonnya adalah mark entah siapa yang ternyata adalah ketua ILM singapur. oom mark ini gondrong, brewok, dan gendut. haha.
pertama masuk, sambil nungguin yang masih berdatangan, kami dikasih nonton movie transformers kartun yang klasik, dimana optimus prime akhirnya mati, megatron berubah menjadi galvatron, dan membunuh starscream dengan keji. lumayanlah.
dalam presentasi kita diliatin facilty di lucasfilm singapur dan las vegas, showreelnya ILM yang keren benjeddah, pembuatan2 robot2 transformers, dementornya harry potter, makhluk2 di pirates, hal2 yang bisa kita dapatkan dengan melihat bonus feature DVD. sebenernya gua ga terlalu terkesan dan jadi tertarik. gua dan bos gua lebih ke "aduh mo pipis dan ngrokok". kami mencurigai bahwa ILM juga pengen buka cabang di singapur dan memohon pada animator2 dan orang2 visual yang mau membunuh demi bekerja buat lucas untuk bekerja disana. mereka menyarankan untuk mengirimkan karya2 kami (termasuk lu2 yang baca posting ini) ke mereka di www.lasjedi.com dan menunggu suatu saat direkrut, ditraining, dan kemudian direkrut betulan. di singapur.
gua sih kagak mau. cuma buat elu2 yang emang bercita2 pengen disitu, gua saranin untuk jangan takut mencuba. kasih karya2lu, sama sedikit penjelasan mengenai proses kerjanya. kalaupun ga langsung dipanggil, siapa tau suatu saat mereka butuh. begitu kata mereka.
anyhow. refreshmentnya enak banget. ada chicken wings dan soda. dan grand indonesia benar2 mall yang aneh. ridiculous monstrocity. gede abis, bikin gua dan mr. lust nyasar berkali2, dan samasekali ada kesan bahwa mallnya mewah. trus kelakuan what-so-called-hi-classnya jakarta yang merendahkan orang2 lain, menyebalkan gua. trus barang2nya entah kenapa tetep keliatan murahan (kecuali yang emang merk2 terkemuka). paling tidak gua pernah jalan2 di mall yang paling gede seindonesia. walau ga berniat kesana2 lagi.
mr lust untung masih tertarik liat2 kacamata. kalo ga jalan2 kemaren bener2 dull. mana foodcourtnya kayak dojo, ga ada kesatuan desain, banyak sudut2 ga berguna, dan GA ADA PETA. ya mungkin karena belum beres juga.
anyhow, gua jadi banyak ngobrol sama mr. lust yang biasanya hanya berputar2 di kerjaan. kami ngomongin cara hidup yang paling baik menurut kami berdua, diseling2i gosip2. seru. quality timeslah. lumayan.
saya akan melanjutkan kembali cerita2 ga penting ttg kantor gua. berikut ini adalah peta kantor saya yang sudah saya buat dengan susah payah:
 twewewew. cool kan? nah. disitu jelas sekali spot2 kami berlima. diantara ruang kantor dan ruang tamu, ada semacam partisi yang bagian kantornya merupakan whiteboard untuk menulis jobdesk masing2 kami. di tembok belakang kursi mr. gluttony dan mr. greed, dipasang karya kami masing2, sebelum bergabung dalam kantor ini. kamu2 juga bisa liat posisi tv dan nintendo wii di sebelah meja mr. lust. gua diberi tugas mengingatkan mereka kapan2 aja infotainment ditayangkan, atau sinetron2 yang menyedihkan. sehingga kami bisa menghina dan memaki sambil bekerja. pernah mr. gluttony mengamuk karena mendengar seorang karakter pria merayu karakter wanita dengan cornynya. dia berteriak2 dengan kasar dan melempari tv dengan kacang2. kebanyakan kacangnya jatuh ke gua, karena perlu menyeberangi meja gua. wii. benar2 terobosan dalam dunia game console. super mario galaxy benar2 layak jadi game terbaik 2007 kemaren. game yang menakjubkan. yang bikin gua kaget lagi, ternyata mereka juga berencana bikin kartu nama. tiap orang memiliki kartu nama yang memiliki kesatuan desain tapi spesial masing2 orang. jadi karya dari orang yang bersangkutan dicantumkan disitu. ini milikku: 
cool kan? yang lain juga punya. ah segini dulu aja deh. sampe jumpa di bagian ketiga. yuk yak yuk.
sesuai janjiku, aku akan cerita2 mengenai kantorku. walau pelacur2 macam endira dan sesil sudah muak mendengarnya, tapi kan yang laen belum. setelah 2 tahun hidup dalam ketertekanan yang gw sembunyikan dalam2 (karena bekerja sebagai penjaga toko dan tampaknya hidup gw ga bakal berubah. bukan salahmu kok, mahanagari), tiba2 demul, senior gw yang ilusionis meneleponku mendadak dan bertanya:
"yor, mau jadi ilustrator ga?"
karena itu cita2ku sejak lama, tentu saja jawabanku adalah "iya"
demul meneruskan, "mengerjakan proyek2 berbasis internasional?"
gua sih ga peduli soal itu, "iya."
"oh ya udah, lu siapin aja portolu. ntar gua hubungi lagi. ini nomer gua."
-ada cerita kecil disini. jadi ternyata, si calon bos gua, mr.gluttony (aku pake nama samaran yaaa), adalah teman demul dan memintanya mencari satu orang lagi ilustrator. demul nanya sama adri, adri merekomendasikan gua. jadi, terimakasih banyak adri. ga salah gua ngecengin lu dulu.-
gua sempat berpikir bahwa ini adalah ilusi. secaraaaaaaa, demul adalah sang ilusionis yang gemar jadi boyband. tapi, entah kenapa gua mempersiapkan juga porto gua, yang gua banggakan meski semuanya adalah gambar tangan, di kertas a4, dan hitam putih. akhirnya, setelah berkali2 berhubungan (bukan seksual, walau agak ingin) dengan demul, akhirnya dia memberi nomor mr. gluttony. kuhubungilah dia dan kita berjanji bertemu di rumahnya, yang adalah juga kantornya.
to my surprise, rumahnya sama dengan rumah rere, temen sesil yang dulu pernah sesil puji puja. dan, to surprise me even more, mr.gluttony adalah kakak rere. pas masuk, gw disambut anjing putih mirip singa yang doyan manjatin tubuh tamu. akan saya sebut dia mr. envy. gua langsung mikir, 'shit, kalo gua keterima, it'll be so much fun, because ada doggy here' (cinta laura mode: on)
pas masuk, gua dipersilahkan duduk di ruang tamu bergaya minimalis dengan dominasi warna coklat. sofa yang unbelievably empuk. gua merasa ada semriwing rasa percaya diri. ga tau juga sih. gua diperkenalkan juga dengan mr. lust, yang adalah partner mr.gluttony. ngobrol2 ngalor ngidul ngalor ngidul, gua akhirnya diminta mewarnai gambar gua sendiri di fotosyop. agax panix tentu saja, tapi demi.
gua meminjam laptop rhily, dan mencoba sekuat tenaga (seorang amatir) mewarnai gambar gua. o may gaddah, itu susye abis. satu, gua takut dengan warna. dua, gua tidak punya sense mewarnai. tiga, gua belum pernah mewarnai dengan fotosyop. as a matter of fact, gua benci fotosyop. bukan karna software ini susah, tapi karena fotosyop membutuhkan ketekunan yang amat sangat, which i was lack of, thus giving me my nickname: sloth.
jadilah gambarnya. gua dateng sehari lebih awal dari hari yang dijanjikan. dan mereka bilang: "ntar ya, diobrolin dulu."
tiba2, semuanya berguling2 (naon deui). tiba2 gua ga betah lagi jaga toko. pikiran gua udah mengarah dan mengarah ke oraystudios, nama perusahaan itu. ke anjingnya, ke suasananya yang homy, ke becandaan orang2nya yang cocok sepertinya. gua merasa kalo gua ga keterima, gua bakal mengalami lagi 'the great fall apart' (dulu dialami waktu gua D.O.). gua udah wanti2 ke sesil, "sil, siap2 gua bakal nangis sama elu sekitar sebulaneun kalo gua ga keterima"
trus gua dipanggil lagi.
dig dug dig dug.
trus gua dikasih pinjem buku tutorial mewarnai. trus gua dikasih tau bahwa oray mulai operasional bulan februari. trus gua disuruh mulai bulan februari. trus gua pulang. trus gua nangis tiap sendirian, karena cita2 gua tercapai. gua udah tau rasanya, saudara2, jika cita2 tercapai. gua tetap mengalami 'the great fall apart', in a good way, in a very good way.
trus gua dapet komputer sendiri ternyata. trus gua dapet wacom sendiri ternyata. trus gua bebas ngrokok ternyata. trus gua dapet kopi gratis ternyata. trus ada kabel tv ternyata. trus ada nintendo wii ternyata.
baiklah segini dulu. gua akan menceritakan kerjaan gua nanti, berikut hasil2 kerjaan gua. sabar ya teman2.
| |